Oleh : Andrew Ho
“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful ;
courage will get you there.”
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu
dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang
tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan
menimbulkan aksi yang signifikan. Keberanian adalah suatu sikap untuk
berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan
buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of
wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari
kebijaksanaan. Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu
bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya
merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan
sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi
sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the
bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para
tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl
Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai
keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan
dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah
raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter. Kita juga mempunyai peluang
yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di
bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya.
Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang
yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup ?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar.
Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar
dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan
semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir,
ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak
terduga. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah
melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak
pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah
semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah
ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami
kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi.
Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan,
sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari
olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya
adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi.
Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan
penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari
perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk
mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan
keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil
mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.
Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai
keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak
akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka
konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Mereka senantiasa
mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka
mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.
Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho




